Pendidikan seks pada anak merupakan tugas dan tanggung jawab orang
tua sedangkan lembaga pendidikan dan lainnya merupakan unit pendukung kata
psikolog Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Sunar Astuti. Menurut Psikolog
pendidikan seks perlu disampaikan dalam suasana hangat dalam keluarga, memberikan
informasi benar dan ilmiah dan orang tua mampu mengkomunikasikan dengan
anaknya. Berikut ini merupakan tips memberikan pendidikan seks pada anak:
·
Membelikan
buku soal pubertas, menstruasi, dan
seksualitas khusus untuk anak seusianya. Saat ini sudah banyak tersedia di toko
buku berbagai literatur bergambar seputar pendidikan seks yang bisa dipahami
anak dengan mudah. Letakkan buku-buku tersebut di kamar anak. Lalu katakan,
“Ayah/ Ibu punya buku bagus yang penting untuk kamu baca. Tolong dibaca
baik-baik, nanti kalau ada pertanyaan langsung tanya pada Ayah/ Ibu, ya.”
·
Bangun
suasana yang nyaman untuk berdiskusi,
misalnya ketika suasana hati anak sedang baik. Agar tidak terlalu canggung,
mulailah dengan pengantar seperti, “Di sekolah Kakak sudah diajari apa saja?
Sudah belajar soal reproduksi belum?” Dari situ, biarkan pembicaraan mengalir
dengan alami. Untuk memancing perhatian anak, coba katakan, “Dulu waktu Ayah/
Ibu seusiamu, kami penasaran apa itu mimpi basah dan masturbasi. Kalau kamu
bagaimana?”
·
Jangan
berbelit-belit. Kalau Anda bicara berputar-putar,
anak akan kehilangan minat dan salah tangkap. Atau ia akan merasa bahwa
membicarakan seks itu tabu dan tak pantas. Saat menjelaskan apa itu seks, Anda bisa bilang, “Seks terjadi
ketika dua orang dewasa sudah siap (atau sudah menikah) dan saling mencintai.
Penis laki-laki akan masuk ke dalam vagina wanita. Kemudian penis akan
mengeluarkan cairan yaitu sperma. Sperma akan bertemu dengan sel telur wanita
dalam rahim. Kalau ini terjadi, wanita akan hamil.”
·
Memberikan
pendidikan seks secara berkala dan bertahap.
Tak perlu menjejali anak dengan berbagai hal dalam sekali diskusi. Usahakan
untuk membicarakan satu topik tertentu dalam setiap kesempatan. Dengan begitu,
anak jadi punya kesempatan untuk menyerap dan mengingat informasi yang didapat.
·
Jangan
berlebihan. Apabila suatu hari anak bertanya
soal seks dan Anda terkejut, jangan tunjukkan rasa kaget atau amarah Anda pada
anak. Anak akan merasa terancam dan segan untuk bertanya pada Anda di
kesempatan berikutnya. Tetap tenang dan tanyakan baik-baik dari mana anak
mendengar hal tersebut, jangan gunakan nada yang menuduh atau menginterogasi.
Kemudian, berikan penjelasan yang memadai. Setelah itu pastikan bahwa anak
sudah memahami jawaban Anda.







0 komentar:
Posting Komentar