Senin, 31 Desember 2018

Pendidikan Seks Anak Tugas Orang Tua

            DIFASILITASI: Guru memfasilitasi komunikasi antara siswa dengan orang tua siswa

Pendidikan seks pada anak merupakan tugas dan tanggung jawab orang tua sedangkan lembaga pendidikan dan lainnya merupakan unit pendukung kata psikolog Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Sunar Astuti. Menurut Psikolog pendidikan seks perlu disampaikan dalam suasana hangat dalam keluarga, memberikan informasi benar dan ilmiah dan orang tua mampu mengkomunikasikan dengan anaknya. Berikut ini merupakan tips memberikan pendidikan seks pada anak:
·         Membelikan buku soal pubertas, menstruasi, dan seksualitas khusus untuk anak seusianya. Saat ini sudah banyak tersedia di toko buku berbagai literatur bergambar seputar pendidikan seks yang bisa dipahami anak dengan mudah. Letakkan buku-buku tersebut di kamar anak. Lalu katakan, “Ayah/ Ibu punya buku bagus yang penting untuk kamu baca. Tolong dibaca baik-baik, nanti kalau ada pertanyaan langsung tanya pada Ayah/ Ibu, ya.”
·         Bangun suasana yang nyaman untuk berdiskusi, misalnya ketika suasana hati anak sedang baik. Agar tidak terlalu canggung, mulailah dengan pengantar seperti, “Di sekolah Kakak sudah diajari apa saja? Sudah belajar soal reproduksi belum?” Dari situ, biarkan pembicaraan mengalir dengan alami. Untuk memancing perhatian anak, coba katakan, “Dulu waktu Ayah/ Ibu seusiamu, kami penasaran apa itu mimpi basah dan masturbasi. Kalau kamu bagaimana?”
·         Jangan berbelit-belit. Kalau Anda bicara berputar-putar, anak akan kehilangan minat dan salah tangkap. Atau ia akan merasa bahwa membicarakan seks itu tabu dan tak pantas. Saat menjelaskan apa itu seks, Anda bisa bilang, “Seks terjadi ketika dua orang dewasa sudah siap (atau sudah menikah) dan saling mencintai. Penis laki-laki akan masuk ke dalam vagina wanita. Kemudian penis akan mengeluarkan cairan yaitu sperma. Sperma akan bertemu dengan sel telur wanita dalam rahim. Kalau ini terjadi, wanita akan hamil.”
·         Memberikan pendidikan seks secara berkala dan bertahap. Tak perlu menjejali anak dengan berbagai hal dalam sekali diskusi. Usahakan untuk membicarakan satu topik tertentu dalam setiap kesempatan. Dengan begitu, anak jadi punya kesempatan untuk menyerap dan mengingat informasi yang didapat.
·         Jangan berlebihan. Apabila suatu hari anak bertanya soal seks dan Anda terkejut, jangan tunjukkan rasa kaget atau amarah Anda pada anak. Anak akan merasa terancam dan segan untuk bertanya pada Anda di kesempatan berikutnya. Tetap tenang dan tanyakan baik-baik dari mana anak mendengar hal tersebut, jangan gunakan nada yang menuduh atau menginterogasi. Kemudian, berikan penjelasan yang memadai. Setelah itu pastikan bahwa anak sudah memahami jawaban Anda.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.