Manusia mempunyai kelebihan dibandingkan
makhluk hidup lainnya yaitu mempunyai akal dan pikiran. Selain mempunyai akal
dan pikiran manusia juga diberikan naluri oleh sang pencipta. Akal, pikiran dan
naluri merupakan investasi berharga dalam kehidupan manusia. Untuk
mempertahankan sifat kemanusiaannya maka perlu sebuah strategi yaitu melalui
jalan pendidikan. Akal, pikiran dan naluri merupakan komponen dalam kehidupan
manusia yang berfungsi mengangkat derajat kemanusiaannya. Hal ini menunnjukkan
bahwa manusia memiliki keunggulan jauh lebih tinggi diatas makhluk hidup
lainnya.
Melalui akal dan
pikiran manusia dapat mengembangkan kemampuan berfikir. Ia selalu bertanya,
mengembangkan rasa ingin tahunya sebagai upaya dalam mencari jawaban. Jawaban
yang dicarinya adalah kebenaran tentang
sesuatu. Kebenaranyang hendak dicari manusia
adalah kebenaran yang hendak dilihatnya, didengarnya, dipikirkannya.
Pendeknya dari beberapa kenyataan yang ada disekelilingnya dan di dalam
dirinya.
Selain memiliki
akal dan pikiran manusia juga memiliki naluri, naluri tersebut akan membentuk
kepribadiannya. Dengan naluri yang baik manusia mampu hidup secara harmonis
dengan lingkungan alam sekitarnya. Baik lingkungan keluarga, sekolah,
masyarakat maupun lingkungan negara. Sehingga terwujud lingkungan yang
mencerminkan lingkungan manusia berbudaya dan beradab.
Sejarah mencatat
bahwa seseorang tidak dengan sendirinya. Ia membutuhkan proses dan proses itu
dinamakan pendidikan. Istilah pendidikan dan pengajaran sering ditafsirkan
memiliki pengertian yang sama, yaitu suatu aktivitas mengorganisasikan atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan
meghubungkan dengan subjek didik yait anak didik. Dalam kapasitasnya sebagai
homo edukandum (makhluk yang harus dididik), atau bisa disebut animal educabil
(makhluk sebangsa binatang yang bisa dididik), manusia memiliki potensi besar
dalam pendidikan. Ia adalah makhluk yang bisa dididik dan bisa mendidik. Dengan
pendidikan, manusia dapat mempertahankan dirinya dari segala ancaman yang
mnghantui eksistensinya.
Untuk
pengembangan eksistensi tersebut maka perlu membekali diri dalam mengubah
persepsi, terutama kemampuan dalam mengubah persepsi. Kemampuan dalam mengubah
persepsi negatif tentang potensi diri yang dimilikinya baik potensi fisik,
mental, sosial, emosional dan spiritual. Segenap potensi tersebut harus
dikembangkan menjadi sebuah persepsi positif. Hal tersebut tentunya berawal
dari dimensi pendidikan. Peran pendidikan dalam kehidupan manusia merupakan
investasi berharga dalam menghadapi tantangan masa depan dunia global. Untuk
itu, pendidikan merupakan investasi penting karena manusia yang dididik tentu
membekali diri dengan mempersiapkan kreativitas produktivitas serta mempunyai
jiwa kompepetitif dalam masyarakatnya. Untuk menghadapi masa depan dalam
menyiapkan generasi muda abad masa kini yang yang unggul, berdaya saing tinggi
dan mampu bekerjasama. serta siap
menghadapi tantangan zaman era hiperkompetisi samakin ketat. (Encep Iman Hadi Sunarya, M. Pd)






0 komentar:
Posting Komentar