Kamis, 03 Januari 2019

SMK PGRI Situraja Juara LLA se-Pulau Jawa

Siswa SMK PGRI Situraja menerima piala

           SMK PGRI Situraja kabupaten Sumedang mengirimkan tim pramuka putra dan putri pada LLA XIX se-pulau Jawa di SMAN Situraja-Sumedang. Pada hari Minggu 28 Oktober 2018. Peserta yang dikirimkan berjumlah 25 orang yang terbagi ke dalam 5 tim (sangga). Pada kejuaraan LLA XIX se-pulau Jawa SMK PGRI Situraja dengan nama ambalan Tuntang Buana dan Nawang Wulan meraih juara satu madya dan juara pavorit.
          Pembina pramuka putri Wilan Karmilah, S. Pd yang turut mendampingi bersama pembina putra Arief Rachman, S. Si mengatakan kebanggaannya atas prestasi yang diraih anak didiknya, beliau terus mendorong anak didiknya supaya terus berlatih dan berjuang supaya prestasi yang dihasilkan lebih bagus. Untuk kejuaraan selanjutnya prestasinya lebih ditingkatkan kembali.
             Kepala SMK PGRI Situraja mengucapkan terima kasih kepada siswa-siswi SMK PGRI Situraja yang telah meraih juara dalam berbagai kompetisi, beliau merasa bangga terhadap prestasi siswa yang berprestasi dalam berbagai kegiatan terutama lomba LLA XIX se-pulau Jawa. Prestasi ini semoga menjadi motivasi buat siswa untuk meningkatkan kretivitas dan bakatnya sesuai bidang masing-masing dan bisa memotivasi siswa lainnya. (Encep Iman Hadi Sunarya) 
   
Share:

Senin, 31 Desember 2018

Pendidikan Seks Anak Tugas Orang Tua

            DIFASILITASI: Guru memfasilitasi komunikasi antara siswa dengan orang tua siswa

Pendidikan seks pada anak merupakan tugas dan tanggung jawab orang tua sedangkan lembaga pendidikan dan lainnya merupakan unit pendukung kata psikolog Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Sunar Astuti. Menurut Psikolog pendidikan seks perlu disampaikan dalam suasana hangat dalam keluarga, memberikan informasi benar dan ilmiah dan orang tua mampu mengkomunikasikan dengan anaknya. Berikut ini merupakan tips memberikan pendidikan seks pada anak:
·         Membelikan buku soal pubertas, menstruasi, dan seksualitas khusus untuk anak seusianya. Saat ini sudah banyak tersedia di toko buku berbagai literatur bergambar seputar pendidikan seks yang bisa dipahami anak dengan mudah. Letakkan buku-buku tersebut di kamar anak. Lalu katakan, “Ayah/ Ibu punya buku bagus yang penting untuk kamu baca. Tolong dibaca baik-baik, nanti kalau ada pertanyaan langsung tanya pada Ayah/ Ibu, ya.”
·         Bangun suasana yang nyaman untuk berdiskusi, misalnya ketika suasana hati anak sedang baik. Agar tidak terlalu canggung, mulailah dengan pengantar seperti, “Di sekolah Kakak sudah diajari apa saja? Sudah belajar soal reproduksi belum?” Dari situ, biarkan pembicaraan mengalir dengan alami. Untuk memancing perhatian anak, coba katakan, “Dulu waktu Ayah/ Ibu seusiamu, kami penasaran apa itu mimpi basah dan masturbasi. Kalau kamu bagaimana?”
·         Jangan berbelit-belit. Kalau Anda bicara berputar-putar, anak akan kehilangan minat dan salah tangkap. Atau ia akan merasa bahwa membicarakan seks itu tabu dan tak pantas. Saat menjelaskan apa itu seks, Anda bisa bilang, “Seks terjadi ketika dua orang dewasa sudah siap (atau sudah menikah) dan saling mencintai. Penis laki-laki akan masuk ke dalam vagina wanita. Kemudian penis akan mengeluarkan cairan yaitu sperma. Sperma akan bertemu dengan sel telur wanita dalam rahim. Kalau ini terjadi, wanita akan hamil.”
·         Memberikan pendidikan seks secara berkala dan bertahap. Tak perlu menjejali anak dengan berbagai hal dalam sekali diskusi. Usahakan untuk membicarakan satu topik tertentu dalam setiap kesempatan. Dengan begitu, anak jadi punya kesempatan untuk menyerap dan mengingat informasi yang didapat.
·         Jangan berlebihan. Apabila suatu hari anak bertanya soal seks dan Anda terkejut, jangan tunjukkan rasa kaget atau amarah Anda pada anak. Anak akan merasa terancam dan segan untuk bertanya pada Anda di kesempatan berikutnya. Tetap tenang dan tanyakan baik-baik dari mana anak mendengar hal tersebut, jangan gunakan nada yang menuduh atau menginterogasi. Kemudian, berikan penjelasan yang memadai. Setelah itu pastikan bahwa anak sudah memahami jawaban Anda.



Share:

INVESTASI MANUSIA DALAM PENDIDIKAN


                                     
Manusia mempunyai kelebihan dibandingkan makhluk hidup lainnya yaitu mempunyai akal dan pikiran. Selain mempunyai akal dan pikiran manusia juga diberikan naluri oleh sang pencipta. Akal, pikiran dan naluri merupakan investasi berharga dalam kehidupan manusia. Untuk mempertahankan sifat kemanusiaannya maka perlu sebuah strategi yaitu melalui jalan pendidikan. Akal, pikiran dan naluri merupakan komponen dalam kehidupan manusia yang berfungsi mengangkat derajat kemanusiaannya. Hal ini menunnjukkan bahwa manusia memiliki keunggulan jauh lebih tinggi diatas makhluk hidup lainnya.
Melalui akal dan pikiran manusia dapat mengembangkan kemampuan berfikir. Ia selalu bertanya, mengembangkan rasa ingin tahunya sebagai upaya dalam mencari jawaban. Jawaban yang dicarinya adalah  kebenaran tentang sesuatu. Kebenaranyang hendak dicari manusia  adalah kebenaran yang hendak dilihatnya, didengarnya, dipikirkannya. Pendeknya dari beberapa kenyataan yang ada disekelilingnya dan di dalam dirinya.
Selain memiliki akal dan pikiran manusia juga memiliki naluri, naluri tersebut akan membentuk kepribadiannya. Dengan naluri yang baik manusia mampu hidup secara harmonis dengan lingkungan alam sekitarnya. Baik lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun lingkungan negara. Sehingga terwujud lingkungan yang mencerminkan lingkungan manusia berbudaya dan beradab.
Sejarah mencatat bahwa seseorang tidak dengan sendirinya. Ia membutuhkan proses dan proses itu dinamakan pendidikan. Istilah pendidikan dan pengajaran sering ditafsirkan memiliki pengertian yang sama, yaitu suatu aktivitas mengorganisasikan  atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan meghubungkan dengan subjek didik yait anak didik. Dalam kapasitasnya sebagai homo edukandum (makhluk yang harus dididik), atau bisa disebut animal educabil (makhluk sebangsa binatang yang bisa dididik), manusia memiliki potensi besar dalam pendidikan. Ia adalah makhluk yang bisa dididik dan bisa mendidik. Dengan pendidikan, manusia dapat mempertahankan dirinya dari segala ancaman yang mnghantui eksistensinya.
Untuk pengembangan eksistensi tersebut maka perlu membekali diri dalam mengubah persepsi, terutama kemampuan dalam mengubah persepsi. Kemampuan dalam mengubah persepsi negatif tentang potensi diri yang dimilikinya baik potensi fisik, mental, sosial, emosional dan spiritual. Segenap potensi tersebut harus dikembangkan menjadi sebuah persepsi positif. Hal tersebut tentunya berawal dari dimensi pendidikan. Peran pendidikan dalam kehidupan manusia merupakan investasi berharga dalam menghadapi tantangan masa depan dunia global. Untuk itu, pendidikan merupakan investasi penting karena manusia yang dididik tentu membekali diri dengan mempersiapkan kreativitas produktivitas serta mempunyai jiwa kompepetitif dalam masyarakatnya. Untuk menghadapi masa depan dalam menyiapkan generasi muda abad masa kini yang yang unggul, berdaya saing tinggi dan mampu bekerjasama. serta  siap menghadapi tantangan zaman era hiperkompetisi samakin ketat.  (Encep Iman Hadi Sunarya, M. Pd)


Share:

Pentingnya Menjaga Kearifan Lokal

          BAJU: Siswa mengenakan pakaian adat merupakan cara mengenalkan kearifan lokal


Share:

Paskibra SMK PGRI Situraja raih juara LKBB Nasional

                                    Foto: Kepala SMK PGRI Situraja, Pembina Paskibra dan Siswa
                                    SMK PGRI Situraja Sumedang memegang piala hasil kejuaraan

- Penyelenggaraan Lomba Kreativitas Pelajar di STKIP Sebelas April Sumedang yang dilaksanakan 21 Oktober 2018. Tim paskibraka SMK PGRI Situraja Kabupaten Sumedang Jawa Barat dibawah binaan Popi Kiatno, S. Pd dan tim pelatih Yahya Zakaria, S. Pd dan Wawan. Berhasil meraih juara tiga madya se-Jawa dan Bali pada LKPP bidang Lomba Kegiatan Baris Berbaris. Popi Kiatno, S. Pd selaku pembina menuturkan kebanggaannya karena siswa sangat antusias dengan persiapan sekitar dua bulan.Hasil tersebut karena  Kepala SMK PGRI Situraja, hasil tersebut diperoleh karena kerja keras dan disiplin yang dimiliki oleh para siswa SMK PGRI Situraja sehingga bisa meraih prestasi yang dibanggakan. Drs. Asep Dudung Suryana, M.M. Pd mengucapkan terima kasih atas diraihnya prestasi demi prestasi yang membanggakan.  Semoga para siswa yang lain bisa berprestasi untuk mengangkat nama baik sekolah
Share:

Seni Beladiri Nampon Trirasa

                         Foto:  Anggota PPS Nampon Sumedang memperagakan Jurus

Keilmuan PPS Nampon ini diwarnai berbagai aliran Pencak Silat terutama dari sekitar wilayah Cianjur  yang dulu sampai sekarang di Cianjur dikenal dengan MAENPO, aliran pencak silat tersebut adalah Cikalong, Cimande, Cikaretan, Syahbandar, Kari dan Madi. Pencak silat Nampon merupakan salah satu olahraga yang mempunyai kadar dimensi pembinaan mental, spiritual dan keterampilan beladiri. Merupakan budaya asli tatar Sunda, juga merupakan akar budaya bangsa.
Sejarah Singkat PPS Nampon 
Pencak silat Nampon, tergali sejak tahun 1932 oleh seorang pejuang perintis kemerdekaan yang bernama Uwa Nampon dari Padalarang. Secara resmi dikembangkan kembali oleh salah satu penerusnya yaitu Paguron Pencak Silat Nampon Jalasutra Bandung pada tanggal 28 November 1993. Dan telah terdaftar pada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jabar dan Direktorat Sospol Propinsi Daerah tingkat I Jawa Barat. Paguron Pencak Silat Nampon tersebar diseluruh Indonesia dan Mancanegara dengan berbagai nama perguruan. Di Indonesia Paguron beraliran Nampon yaitu P3S RAJAKAWASA, Pantau Putih, PPS Jurus Tegal, PPS Pandawa, Sinar Mustika, Ragajati, PPS Nampon Trirasa Jalasutra, PPS Nampon Kiwari, PPS Nampon Putra, Trirasa Haeruman, Jurus Penyadar, Teratai Putih, dan lain-lain
Untuk Apa Nampon
Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pencak silat Sunda, berakar budaya bangsa.
Mengembangkan tali silaturahmi kekerabatan, dan kekeluargaan diantara anggota dimanapun berada.
Mengembangkan Nampon bagi pengabdian masyarakat menyongsong era Globalisasi
Manfaat Pelajaran
 Pelajaran pencak silat Nampon pada dasarnya adalah memaksimalkan tenaga/energi yang ada pada diri kita dengan melatih diri kita melalui jurus-jurus yang merangkum unsur gerak, olah napas dan olah rasa. PPSN Jalasutra telah dikemas sedmiikian rupa tidak khusus untuk tarung, melainkan lebih cnderung pemanfaatan pada aspek-aspek yang dibutuhkan sehari-hari. Dasar latihan diatas dengan Menggunakan jurus satu sampai 10 dan kombinasinya.
Adapun manfaat dari kombinasi jurus tersebut antara lain untuk:
-  Pengobatan
-  Kesehatan
-  Penjagaan diri dan lingkungan
-  Penangkal kejahatan
-  Peningkatan kualitas energi ( Bio elektromagnet)


Tempat Latihan di Sumedang
SMK Informatika Sumedang
SMAN 2 Sumedang
SMAN Situraja
Share:

Jumat, 07 Desember 2018

KERJASAMA DENGAN AXIO SMK PGRI SITURAJA BUKA KELAS AXIO CLASS PROGRAM

Kembangkan Penguasaan Teknologi Bagi Setiap Siswanya
Perkembangan teknologi, terus diterapkan di sejumlah sekolah. Seperti SMK PGRI Situraja, membuka kelas Axio Class Program (ACP) yang mengharuskan siswanya mahir mengoperasikan dan merakit komputer. Berikut catatannya.
HERI PURNAMA, Situraja
SELAIN menguasai pengoprasian komputer, para siswa dituntut juga untuk merakit perangkat komputer. Di jaman yang sudah serba menggunakan teknhologi ini, masyarakat memang ditungtut untuk beradavtasi dengan kemajuannya. Oleh sebab itu, SMK PGRI Situraja, memprioritskan kemampuan siswanya di bidang terknologi.
Di sekolah yang belum lama berdiri ini, memang tergolong pesat kemajuannya dan punya daya tarik tersendiri untuk masyarakat menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah tersebut. Sekolah yang berada di pinggir Jalan Rd. Umarwiradikusuma, tepatnya di Desa Jatimekar, Kecamatan Situraja itu, terdapat pembelajaan praktik perakitan komputer secara langsung oleh siswanya.
Kamis (16/3) kemarin, sekolah ini nampaknya tengah melakukan serah terima prangkat komputer dari pihak sekolah kepada orang tua siswa yang mengikuti program yang dinamakan Axio Class Program (ACP).
Kepala SMK PGRI Situraja, Drs. Asep Dudung Suryana,.M.M,pd, menyebutkan bahwa program tersebut memang bekerjasama dengan perusahaan Axio, sehingga dinamakan Axio Class Program. Dalam program tersebut, tentunya para sisiwa dituntut untuk lebih mungusasi segala hal yang berhubungan dengan teknologi komputer, mulai dari pengoperasian komputer sampai pembuatannya.
“Kita sudah beberapa tahun ini terus menggeluti program tersebut. Dan alhamdulilah, hasilnya sangat memuaskan kita dan orang tua siswa. Bahkan ada salah satu siswa saya yang saat ini masih duduk di kelas tiga itu sangat menguasai perakitan dan penggunaan komputer sampai dia bisa mengajar di salah satu kampus yang ada di Bandung,” katanya.
Program kali ini, adalah program perakitan komputer yang perdana buat kelas X. Diharapkan, program prakitan ini bisa jadi salah satu program yang menonjol untuk sekolahnya.
“Saya yakin bahwa perakitan perdana bagi kelas X ini akan menghasilkan sesuatu yang sangat memuaskan. Apalagi setelah beberapa siswanya yang ikut program tersebut bisa lulus dengan pembekalan ilmu yang maksimal di bidang teknologi,” ucapnya.
Dia menilai, alumni sekolah yang dipimpinnya itu yang bisa mengusai perakitan komputer sangat kecil kemungkinan untuk sulit mendapatkan pekerjaan. Namun begitu, perusahaan Axio sendiri bisa merekrut siswa-siswi yang punya potensi untuk bisa bergelut lebih dalam lagi dalam pembuatan komputer tersebut.
“Untuk siswa berpertasi pasti akan direkrut langsung oleh perusahaan Axio,” tukasnya. (**)
Share:

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

SMK PGRI Situraja Juara LLA se-Pulau Jawa Siswa SMK PGRI Situraja menerima piala            SMK PGRI Situraja kabupaten Sumedang ...